• PONPES AL-IKHLAS RAUDHATUL ULUUM
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Ponpes Raudhatul Uluum Subang Terima 3 Santri Asal Jepang

Para santri pondok pesantren Raudhatul Ulum sangat senang memiliki teman dari negara sahabat Republik Indonesia, Hal ini diungkapkan oleh Siti Masitoh, 15 santri di pesantren ini yang senang dengan kedatangan Yuki Can kls VII SMP, Kausi Can, Yausi Can jenjang Sekolah Dasar masih SD dari Jepang.

“Senang ada santri dari luar negeri, kami ngobrolnya karena baru beberapa hari pakai bahasa Inggris, atau bahasa-bahasa Pendek seperti Niki yang artinya kucing atau bahasa lainnya,” kata Siti diamini santri lainnya, Jum’at (23/08/2019).

Ketiga bersaudara asli Jepang ini mengungkapkan perasaannya yang senang tinggal di pesantren, Yuki Can mengatakan jika dia masih adaptasi karena baru datang,”Bapak dan ibu saya di Jepang, kalau ibu sedang ada di Indonesia sekarang, saya memang mau belajar di Indonesia,” ucap Yuki dengan bahasa Jepang yang kental.

 

Kedatangan tiga pelajar muslim asal Jepang tersebut diketahui untuk belajar agama di pondok pesantren setelah sebelumnya mereka sejak awal belajar mengikuti sistem pendidikan di negara berjuluk negeri matahari terbit itu.

Kata Yuki dia senang makanan Indonesia seperti mie ayam mie baso juga beberapa buah-buahan yang diakuinya sebagai makanan favorit.

“Makanan mie ayam, mie baso daln lainnya, saya senang tinggal di sini banyak kawan, walaupun bahasa saya belum bisa, bahasa isyarat saja bahasa-bahasa yang pendek,” ucapnya dalam bahasa Jepang.

Pihak Pesantren Harus Siapkan SDM Terima Santri Mancanegara

Terpisah ketua Yayasan Al-Ikhlas Roudhatul Ulum Kyai Atep Abdul Gofar mengatakan sangat senang dengan kedatangan 3 pelajar asal Jepang untuk belajar di pesantren yang dipimpinnya,” Ini memerlukan adaptasi untuk mendidik mereka karena mereka muslim dan orang tuanya juga muslim,  tak masalah belajar di Indonesia atau di pondok pesantren, ini jadi tantangan kami untuk meningkatkan kemampuan dan metode pengajaran di lembaga ini termasuk kepada para santri yang datang dari mancanegara,” ucapnya.

Kyai Atep menambahkan keinginannya untuk membuka kelas internasional walaupun baru sebatas mimpi. Dia meyakini suatu saat akan terwujud mimpi tersebut.

“Islam yang rahmatan lil alamin membuat kami di pesantren juga berfikir dengan pengembangan dakwah bervisi mancanegara atau internasional, mudah-mudahan kedepan kami bisa membuka kelas pelajar luar negeri,” lanjutnya.

Kyai muda ini bahkan menambahkan kelak jika membuka kelas khusus tersebut pihaknya pasti akan menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk tenaga ahli bahasa dan pengajar di pondok pesantren.*

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ketua PWNU Jabar Ikut Memeriahkan Milad Ponpes Al-Ikhlas Raudhatul Uluum Ke VIII

Pondok Pesantren Al Ikhlas Raudhatul Uluum desa Tenjolaya Kabupaten Subang peringati Hari lahir ke-8 dan peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah dengan pawai akbar kirab muharram para

17/09/2019 09:36 WIB - administrator